KUBU RAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri, S.H., menghadiri upacara pelepasan dan dilanjutkan pemakaman Wakil Gubernur Kalbar periode 2003 – 2008, almarhum Drs. Laurentius Herman Kadir di Pemakaman Katolik Santo Yusup, Sungai Raya, Rabu (3/3/2021). Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Junaidi, M.M., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Drs. Ignasius Ik, S.H., M.Si, Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Christiano Lumano, S.E., M.Si, Kepala Biro Perekonomian, Frans Zeno, S.STP, dan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Pitter Bonis, S.E., M.M.
Usai menghadiri pemakaman Leysandri menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Drs. Laurentius Herman Kadir. Dia mengatakan LH Kadir merupakan tokoh penting dalam jajaran Pemerintahan Provinsi Kalbar.
“Banyak konsep pemikiran beliau terkait dengan bagaimana penyelenggraan Pemerintahan di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu konsep-konsep pemikirannya adalah tentang pemekaran desa, kecamatan, dan pemekaran provinsi. Itu hasil dari diskusi dan konsep pemikiran beliau juga yang disampaikan di Departemen Dalam Negeri pada saat itu,” ungkap Leysandri.
Dirinya juga mengatakan almarhum LH Kadir adalah inspirator bagi generasi sekarang, khususnya kepada aparatur sipil negara. Leysandri menjelaskan LH Kadir memberikan keteladanan bagaimana eksistensi sebagai aparatur itu untuk memberi kontribusi dalam pelaksanaan pemerintahan di Kalbar, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan yang berkeadilan.
“Selain itu, beliau ini (almarhum) orangnya ramah, bahkan pada malam itu saya dapat WA, Pak Gub beliau ini suka gurau tidak pernah marah dan memiliki ciri khas khusus, yaitu ketawa beliau (almarhum), ini yang disampaikan Pak Gubernur kepada saya. memang beliau (almarhum) jarang marah, tapi beliau itu kalau marah, ya memang karena kita ini dalam rangka pelaksanaan tugas. Saya juga salah satu yang cukup lama mengenal beliau (almarhum) dan salah satu motivator saya untuk bagaimana saya menjadi seorang Pegawai Negeri,” jelasnya.
Drs. LH Kadir meninggalkan dua orang anak, Alexander Fajar Putra dan Yean Frans Fiandauw. Kepada keduanya, Leysandri berpesan harus mampu menjaga keharmonisan di dalam keluarga karena almarhum memiliki dua anak.
“Semoga mereka bisa menjadi generasi yang meneruskan bagaimana kehidupan orang tuanya,” harap Sekda Kalbar.