PONTIANAK – Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan seluruh kepala daerah di Indonesia secara virtual. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menghadiri rakortas tersebut di Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Senin (25/10/2021) sore.
Turut hadir secara virtual, yaitu beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh kepala daerah di Indonesia.
Wagub Kalbar mengutarakan beberapa arahan Presiden dalam rapat terbatas tersebut, yakni menghimbau kepada seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi dan meminta masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan karena beberapa negara di dunia kembali mengalami peningkatan kasus aktif Covid-19.
“Presiden Republik Indonesia meminta kepala daerah untuk mewaspadai varian baru virus corona, yakni AY.4.2., yang ditemukan di Inggris. Presiden juga mengingatkan agar kita lebih waspada dan mempercepat vaksinasi,” ungkap H. Ria Norsan. Selain itu, Presiden meminta pemerintah daerah untuk memaksimalkan penyerapan anggaran karena sudah memasuki akhir tahun masa anggaran.
“Presiden juga meminta pemerintah daerah untuk mempercepat serapan anggaran karena sekarang sudah mendekati akhir bulan Oktober 2021 dan akan memasuki bulan November 2021. Penyerapan anggaran harus diperhatikan dengan baik, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelas Wagub.
Sesuai arahan Presiden, masyarakat diminta untuk tidak melakukan mudik pada saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 agar dapat menekan peningkatan penyebaran Covid-19 di Indonesia.
“Presiden mengingatkan kita untuk waspada dan menghimbau masyarakat untuk tidak mudik saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022,” ujar Wagub.
Saat ini Provinsi Kalimantan Barat mengalami lonjakan kasus penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah yang memiliki perbatasan langsung dengan negara Malaysia.
“Kemudian, Presiden juga menyampaikan Provinsi Kalbar mengalami lonjakan kasus Covid-19 karena kembalinya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui PLBN Aruk dan PLBN Entikong, serta pintu masuk tidak resmi di sepanjang jalur perbatasan,” tutup H. Ria Norsan.(aws)



