PONTIANAK- Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang juga Asisten Administrasi dan Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. Alfian Salam, M.M., membuka Rapat Koordinasi Badan Amil Zakat Nasional se-Kalimantan Barat Tahun 2022 di Ruang Serbaguna Yayasan Mujahidin Kalbar, Selasa (22/03/2022).
Rapat Koordinasi tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si., Ketua dan Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat, Uray M. Amin, S.T., Perwakilan Dirut Bank Kalbar, Kepala Unit Bank Kalbar Syariah, Perwakilan OPD atau instansi horizontal, dan instansi vertikal di lingkungan Provinsi Kalimantan Barat, lembaga swasta dan lembaga perguruan tinggi, dan para Pengurus Baznas seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
Dalam laporannya, Pimpinan Baznas Prov Kalbar mengatakan tujuan Rakor ini diselenggarakan untuk mengoptimalkan UPZ Instansi Dalam Memperkuat Konsolidasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Baznas Provinsi Kalimantan Barat.
“Adapun jumlah Penerimaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) per tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp. 4.190.041.456.,-. Dengan 60 % total penerimaan terdiri dari instansi, baik itu instansi horizontal, instansi vertikal, dan lembaga komunitas. Instansi horizontal berkontribusi sebesar Rp. 621.000.000,- dan instansi vertikal sebesar Rp. 669.000.000,-, sedangkan kontribusi lembaga komunitas sebesar Rp. 1.388.000.000,” jelas Uray Amin.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag RI Provinsi Kalimantan Barat menjelaskan zakat merupakan salah satu program langit atau program Allah SWT yang diturunkan melalui firman-firman-Nya di dalam Alquran.
“Saya sangat bangga dengan Baznas yang telah melaksanakan program-program pemerintah untuk mengumpulkan zakat di berbagai instansi dan lembaga pemerintahan. Namun, jika dilihat dari hasil yang diperoleh dan disampaikan tadi, masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, perlunya sosialisasi, baik dari khatib, dai, maupun penceramah, untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya melaksanakan zakat untuk membersihkan harta kita selaku umat Islam,” pinta H. Syahrul Hadi.
Pemerintah memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan umat Islam kepada lembaga zakat yang ditunjuk oleh pemerintah karena salah satu faktor rendahnya umat Islam yang berzakat yaitu kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga atau organisasi yang ditunjuk sebagai lembaga pengelola zakat.
Dalam kesempatan yang sama, Plh Sekda Prov Kalbar menekankan tujuan dibentuk Baznas agar pengelolaan zakat lebih terkelola dengan baik. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengoordinasian dalam pengumpulan, hingga pendistribusian dan pendayagunaannya zakat.
“Penerapan manajemen modern dalam pengelolaan zakat ini bertujuan agar zakat sebagai potensi umat dapat dikelola secara melembaga sesuai dengan syariat Islam, amanah, azas kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas. Sehingga, dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat,” jelas H. Alfian Salam.
Rakor ini diharapkan bisa menjadi forum penting dan strategis, yang dapat membuka ruang bagi pengurus BAZNAS di seluruh Kalimantan Barat untuk saling bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik dalam upaya membangun sinergi dan strategi meningkatkan kesadaran berzakat, serta dapat berkontribusi yang signifikan dalam pengumpulan zakat umat, karena zakat berpotensi sangat besar membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya, kecanggihan teknologi sepatutnya diterapkan dalam penyerapan zakat, adanya aplikasi, dan kerjasama, dengan pihak perbankan dapat diterapkan dalam manajemen zakat untuk mempermudah umat Islam dalam menunaikan zakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga serta apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus Baznas beserta semua pihak terkait yang telah bekerja keras menghimpun dan mengelola zakat selama ini. Kami yakin Baznas di Kalbar akan terus mengalami perkembangan yang positif dari waktu ke waktu untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Hal ini tentunya memerlukan ekstra kerja para pengurus Baznas dengan didukung semua pihak dan stakeholder terkait, baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh pimpinan OPD dan ASN untuk selalu optimal dalam berzakat, berinfaq, dan bershadaqah, melalui BAZNAS,” tutup Asisten III Sekda Prov Kalbar.
Usai acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan berupa cinderamata kepada 5 besar ZIS Instansi, diantaranya UPZ Baitul Maal Munzalan Indonesia, UPZ Masjid Raya Mujahidin, PT. Bank Kalbar, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, dan Kejaksaan Tinggi Kalbar. (Sma)






