Menjaga Kestabilan Harga untuk Kesejahteraan Petani

PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., membuka acara Rembug Paripurna Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 di Balai Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (24/11/2021).
Turut hadir yakni Wakil Sekretaris Jenderal Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Zulharman Djusman, S.E., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Muhammad Munsif, M.M., Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Frans Zeno, S.STP., serta para peserta yang berasal dari pengurus kelompok KTNA baik nasional, provinsi, kabupaten/kota di Kalbar.
Rembug Paripurna merupakan momentum bagi kelompok KTNA untuk bersinergi dengan beberapa stakeholder dan berkolaborasi dengan pihak pemerintahan dalam memajukan kepentingan petani dan nelayan.
Saat memberikan sambutan, Wagub Kalbar mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar cukup baik yaitu berada di 137,63 poin. Naik 2,51% dari tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, NTP Kalbar saat ini sedikit membaik. Meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun tingkat kinerja petani tidak mengalami hambatan,” jelas H. Ria Norsan.
Hal yang menjadi permasalahan bagi para petani selama ini adalah market atau pemasaran saat masuknya musim panen.
“Harga gabah anjlok saat musim panen raya, kemudian ditambah dengan musim pupuk. Harga pupuk subsidi yang hilang dari pasaran harus menjadi perhatian kita,” kata Wagub Kalbar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus berupaya mengawal peredaran pupuk subsidi agar para petani tidak mengalami kesulitan saat masuk musim tanam.
“Saya harap Rembug Paripurna ini bisa menghasilkan solusi, terutama permasalahan pengadaan pupuk yang tidak menjadi kendala bagi para petani,” harap orang nomor dua di Kalimantan Barat.
Disamping itu, Sekjen Kelompok KTNA Nasional mengungkapkan Rembug Paripurna diadakan mulai dari tingkatan nasional hingga paling bawah selama 5 tahun sekali.
“Di dalam Rembug Paripurna ini, para pengurus akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dalam membuat program-program selama 5 tahun kedepan guna meningkatkan SDM bagi para petani,” kata Zuharman Djusman.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kelompok KTNA Kalbar mengharapkan Rembug Paripurna KTNA mampu menaungi permasalahan bagi para petani dan nelayan di Kalbar.
“Saya harapkan kegiatan rembug ini mampu melahirkan program-program unggulan serta didukung dengan inovasi terbaik untuk kedepannya agar tingkat perekonomian para petani dan nelayan bisa lebih baik,” ungkap Khalid Hermawan. (rfa)

Baca Sebelumnya

Gubernur Kalbar Minta Pemkab Sintang Sigap dalam Penanganan Pasca Banjir

Baca Selanjutnya

Wagub Kalbar Lepas Aksi Kemanusiaan MADN, DAD Kalbar, Dan Ormas Dayak untuk Korban Banjir