Kesiapsiagaan Daerah Antisipasi Omicron

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., bersama Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro, M.M., mendengarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., serta PJU Forkopimda Prov Kalbar, turut menghadiri kegiatan yang dilaksanakan secara virtual di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (7/2/2022).
Presiden menjelaskan 93% kasus COVID-19 varian Omicron terjadi di Jawa dan Bali. Tetapi, hal yang patut disyukuri yakni tingkat rawat dan angka kematian masih tergolong rendah dibandingkan gelombang varian Delta pada bulan Juli 2021.
Namun, Presiden menghimbau pemerintah daerah untuk mempersiapkan rumah sakit serta manajemen penanganan pandemi. Jangan sampai kelengkapan rumah sakit seperti oksigen, obat, dan isoter, belum siap saat gelombang varian Omicron sudah terdeteksi di suatu daerah.
Di akhir pengarahan, Presiden Joko Widodo menekankan dua hal penting kepada seluruh Kepala Daerah, Pangdam, Kapolda, Danrem, dan Kapolres, yakni percepat capaian vaksinasi dan menegakkan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker.
Sementara itu, Gubernur Kalbar mengatakan saat ini kasus aktif COVID-19 varian Omicron di Provinsi DKI Jakarta bisa mencapai 14.000-15.000 kasus per hari dan ini sudah melebihi kasus aktif harian saat gelombang varian Delta.
“Saat ini Kalbar sedang padat oleh mereka yang pulang kampung untuk merayakan Imlek. Saat ini, kasus aktif harian Kalbar sudah diatas 100 kasus. Tadi Bapak Presiden memberikan pengarahan untuk mempercepat vaksinasi dan memperketat pemakaian masker. Dua hal ini bisa mencegah dan mengurangi penyebaran virus,” jelas Gubernur saat ditemui usai mendengarkan pengarahan Presiden.
Bersama jajaran Forkopimda Prov Kalbar, Gubernur akan mengawal percepatan vaksinasi di Kalbar sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
“Jumlah stok vaksin di seluruh Kalbar sekitar 101.008.000. Jumlah ini sangat mencukupi kebutuhan daerah. Kami mempersilakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan booster vaksin. Usia berapa pun boleh, asalkan sudah 2x vaksin dan rentang waktu pemberian vaksin terakhir sudah 6 bulan,” ungkap H. Sutarmidji.
Capaian vaksinasi COVID-19 dosis 1 Kalbar sudah mencapai 77%, sedangkan vaksinasi dosis 2 masih terbilang rendah.
“Capaian vaksinasi dosis 1 sudah 77%. Target saya, Insya Allah, bisa mencapai 80% di akhir bulan Februari 2022. Namun, capaian vaksinasi dosis 2 masih rendah, sehingga harus dipercepat. Saya minta pemerintah daerah untuk tidak abai karena stok vaksin kita sangat mencukupi,” tegas Gubernur. Kemudian, beberapa daerah di Kalbar memiliki capaian vaksinasi yang baik.
“Seperti Kota Pontianak dan Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu, Sekadau, Sanggau, Landak, dan Kubu Raya. Tetapi, saya minta daerah jangan kendor ketika capaian vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 70%,” tutup Gubernur.(wnd/aws)

Baca Sebelumnya

Gubernur Terima Kunjungan Ketua KPU dan Bawaslu Kalbar

Baca Selanjutnya

Kerjasama Antar Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat