Perayaan ini dimulai pada tahun 1908 ketika 15.000 perempuan di New York, AS, melakukan aksi demo menyuarakan hak peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.
Pada tahun 1910, pemimpin ‘Kantor Perempuan’ Clara Zetkin menggagas agar setiap negara merayakan Hari Perempuan Internasional untuk mendukung aksi tuntutan perempuan. Gagasan itupun disetujui oleh Konferensi Perempuan yang beranggotakan 100 orang perempuan. Sehingga disepakati 19 Maret 1911 sebagai Hari Perempuan pertama di Austria.
Pergerakan perempuan di Rusia menggelar aksi damai menentang Perang Dunia I pada tanggal 8 Maret 1913. Setahun kemudian di tanggal yang sama perempuan di seantero Eropa pun menggelar aksi serupa. Pada saat Perang Dunia II, tanggal 8 Maret di seluruh dunia digunakan sebagai momentum advokasi kesetaraan gender.
Pada akhirnya PBB mengakui peringatan Hari Perempuan Internasional pada tahun 1975. Hari tersebut pun semakin riuh diperingati di seluruh penjuru dunia dan memiliki tema tahunan mulai dari 1996 hingga saat ini.
Tema Hari Perempuan Internasional tahun ini yaitu ”Women in leadership: Achieving an equal future in Covid-19 world” atau “Perempuan dalam kepemimpinan: Mencapai masa depan yang setara di dunia Covid-19”. Seperti halnya laki-laki, perempuan juga memiliki hak yang sama dalam menempuh pendidikan dan memilih profesi.
#HappyInternasionalWomensDay
#ChooseToChallenge
#sutarmidji #bangmidji #rianorsan #leysandri #biroadministrasipimpinan #biroadpim #adpimprovkalbar #biroadpimsetdakalbar #setdakalbar #pemprovkalbar #hariperempuaninternasional
▶ LIKE, COMMENT & SHARE