Hari Bhakti Postel dilatarbelakangi oleh keresahan dari putra-putri Angkatan Muda Pos Telegraf dan Telepon, atau dikenal dengan AMPTT, yang merasa bahwa kantor Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon yang masih dikuasai Jepang harus segera diambil alih.
AMPTT mengadakan pertemuan pada tanggal 3 September 1945 untuk menyusun strategi perebutan kantor PTT Jepang. Hasilnya adalah bahwa kantor PTT Jepang harus sudah berbendera Indonesia selambat-lambatnya di akhir September 1945.
Akhirnya pada tanggal 26 September 1945, Soetoko, selaku penggerak AMPTT, melakukan koordinasi dengan pemuda dan pemudi dari berbagai golongan untuk menyerang kantor PTT Jepang.
Penyerbuan dilakukan pada tanggal 27 September 1945, dan petugas PTT Jepang menyerah tanpa perlawanan. Mereka kemudian menyerahkan kantor PTT tersebut pada AMPTT, yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran lagu Indonesia Raya.
Peristiwa inilah yang kemudian jadi dasar peringatan dan sejarah Hari Bhakti Postel pada tanggal 27 September 1945 lalu. Peringatan Hari Bhakti Postel kemudian ditetapkan pada tanggal tersebut, dan masih diperingati hingga hari ini setiap tahunnya.
Selamat memperingati Hari Bhakti Postel ke-76 tahun.
“Semakin Digital Indonesia, Semakin Tangguh dan Tumbuh”