MELAWI – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., memulai kunjungan kerja di Kabupaten Melawi dengan didampingi Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yusra, A.Md., Wakil Bupati Melawi, Drs. Kluisen, jajaran Forkopimda Kabupaten Melawi, Direktur Umum Bank Kalbar, Rokidi, S.E., M.M., dan Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kalbar.
Kunjungan kerja dimulai dari meninjau jalan provinsi antara Kecamatan Tanah Pinoh hingga Kecamatan Sokan, serta mengunjungi beberapa lokasi, seperti meninjau jembatan, sekolah, pesantren, dan pembangunan masjid.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar menjelaskan Pemprov Kalbar telah menganggarkan Rp 10 miliyar untuk pembangunan jalan provinsi dari Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, hingga ke Kecamatan Sokan.
“Saat ini jalan tersebut sudah mulai dibangun dengan anggaran Rp 10 miliyar dan tahun 2022 anggaran pembangunannya sebesar Rp 20 miliyar dengan panjang jalan sekitar 30 Kilometer. Mudah-mudahan dalam waktu 3 tahun anggaran bisa selesai,” kata H. Sutarmidji di Pendopo Bupati Melawi, Senin (22/11/2021).
Pemprov Kalbar tidak hanya fokus pada penataan kawasan pada daerah tersebut, tetapi juga menganggarkan untuk pembangunan sekolah.
“Pemprov Kalbar akan membangun sekolah negeri di tahun 2022. Ini dikarenakan jarak yang ditempuh anak-anak ke sekolah cukup jauh. Pembangunan SMA Negeri akan berlokasi di Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi,” ungkap orang nomor satu di Kalbar.

Pada bidang pendidikan, Gubernur menegaskan pemerintah kabupaten atau pihak sekolah untuk selalu berkoordinasi dengan Pemprov Kalbar agar seluruh kebutuhan sekolah dapat segera disiapkan oleh Pemprov Kalbar.
“SD dan SMP merupakan kewenangan kabupaten/kota, sedangkan SMA/SMK dan SLB merupakan kewenangan Pemprov. Guru atau kepala sekolah wajib berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar seluruh kebutuhan sekolah, seperti mebeulair atau perlengkapan kesehatan dapat kami siapkan,” tegas Gubernur.
Pemprov Kalbar mengadakan puluhan ribu mebeulair (kursi/meja) setiap tahunnya, namun terkadang kondisi mebeulair sekolah yang dibantu masih layak pakai. Oleh karena itu, seluruh SMA/SMK diminta untuk menuntaskan urusan mebeulair sebelum akhir masa jabatan Gubernur.
“Kursi dan meja yang sudah tidak layak jangan digunakan lagi. Saya minta bidang SMA/SMK dapat menuntaskan mebeulair, termasuk meja dan kursi guru. Semua harus bagus supaya semangat belajar dan bekerja,” pinta H. Sutarmidji.
Selain meubelair, Pemprov Kalbar juga sudah menyiapkan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak yang tidak mampu setiap tahun.

“Tadi saya melihat masih ada yang pakaian sekolahnya belum layak. Hal ini bisa membuat anak-anak yang pintar menjadi minder dan ini akan berpengaruh pada turunnya prestasi mereka. Seharusnya, anak-anak yang tidak mampu mendapatkan bantuan seragam dari pemerintah,” ujar Gubernur.
Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Melawi, Gubernur Kalbar mengunjungi SMPN 01 Kecamatan Sokan untuk meninjau kondisi ruang kelas dan ruang guru, memberikan masker kepada siswa-siswi, dan memeriksa kelayakan mebeulair (meja dan kursi).
Gubernur juga mengunjungi Pesantren Imam Syafi’i di Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, untuk memberikan semangat kepada para santri agar selalu belajar dengan baik.
Setelah itu, meninjau pembangunan Jembatan Kenoka di Kecamatan Sayan dan Jembatan Melawi 2 di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. (wnd/ted)





