PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum, memberikan bantuan benih padi kepada petani kalbar yang terdampak banjir melalui Dinas Pertanian dan Hortikultura di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, kamis (18/11/21).

Penyerahan bantuan benih tersebut merupakan inisiasi hasil kerjasama antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan Pemerintah terhadap masyarakat petani yang terdampak banjir pada saat ini.
Menurut informasi yang kami himpun dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, total pertanaman padi yang terdampak banjir kali ini seluas 1.922,65 Ha yang tersebar di beberapa kabupaten yaitu Kab. Kapuas Hulu 458,30 Ha, Kab. Sintang seluas 158,10 Ha, Kab. Melawi seluas 297 Ha, Kab. Sekadau 522,40 Ha, Kab. Sanggau seluas 512,40 Kab. Kubu Raya seluas 196 Ha dan Kab. Ketapang seluas 230, 25 Ha.
Oleh sebab itu, pemerintah mengambil langkah untuk memberikan bantuan benih padi inbrida (VUB) sebanyak 20 ton secara bertahap kepada petani yang terdampak banjir.

Pada kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan, “Benih ini bisa menghasilkan padi di atas 7 ton. Jika rata-rata terkumpul 5 ton padi, sudah cukup melebihi. Jadi, Kalbar sangat mampu untuk berswasembada beras. Setelah benih dikembangkan, akan dibagikan kepada para petani. Alhamdulillah, daerah penyangga pangan di Kalbar tidak terdampak banjir besar, maka pasokan pangan Kalbar saat ini masih terjaga,”.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) diminta untuk memperbaiki data yang tidak valid. Hal ini disebabkan ketersediaan beras di pasar rakyat dinilai cukup banyak.

“Beras bulog jika dibiarkan terlalu lama akan membusuk, tidak akan mungkin bisa dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak dapat diserap oleh pasar. Oleh sebab itu, BPS perlu memperbaiki data,” tutup H. Sutarmidji.
Hadir mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut yakni Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat, Kementerian Pertanian RI, Dr. Rustam Massinai beserta jajarannya dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M. Si juga beserta jajarannya.(wnd)