PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menghadiri dan membuka Pendidikan Dasar Gabungan (DIKSARGAB) bagi calon anggota baru dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke 8 Laskar Satuan Keluarga Besar Madura Kalimantan Barat (LSKM Kalbar) di Halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Pontianak Jalan Pararel tol Pontianak, Sabtu malam (16/10/2021).
Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Muhammad Munsif, Anggota DPR RI Fraksi Nasdem H. Sy. Abdullah Alkadrie, S.H.,M.H., Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Irsan, S.Ag., M.H, Ketua PCNU Kota Pontianak, H. Ahmad Faruki, Kepala Badan Intelijen Daerah Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Rudi Trenggono, Perwakilan dari Polsek Pontianak Timur, Ketua Umum Laskar Satuan Keluarga Madura Kalimantan Barat, Guntur Perdana, S.H., beserta jajaran, para alim ulama, dan tokoh masyarakat.
LSKM Kalbar merupakan organisasi pemuda Madura yang dibentuk pada tahun 2013 dengan tujuan ingin mempersatukan pemuda Madura di Kalimantan Barat dan memiliki 3 visi misi besar, yaitu menyebarkaan perdamaian di seluruh wilayah Kalbar, menciptakan rekonsiliasi di wilayah Kalbar, dan membawa persatuan.
Organisasi ini sudah terdaftar di Badan Kesbangpol Prov Kalbar, sudah tersebar di 8 kabupaten/kota di Kalbar dan sudah memiliki kepengurusan dari tingkat Kabupaten hingga tingkat RT/RW.
Pendidikan Dasar Gabungan (DIKSARGAB) yang dilaksanakan pada hari jadi ke-8 ini merupakan program pintu masuk bagi warga Madura yang ingin menjadi anggota LSKM Kalbar. Pendidikan wawasan kebangsaan, wawasan ahlul sunah wal jamaah Annahdiyah, wawasan bela negara, advokasi hukum, jurnalistik dan banyak lagi materi-materi yang akan diberikan saat mengikuti pendidikan. Hal ini bertujuan agar potensi pemuda Madura semakin meningkat.
Gubernur Kalimantan Barat dalam sambutannya menjelaskan pelatihan dasar sangat diperlukan untuk menambah ilmu pengetahuan, tata cara organisasi, bermasyarakat. Sehingga, anggota organisasi memahami tujuan dan program-program organisasi.
“Orang Madura di Kalbar berjumlah 6,1%. Saya yakin orang Madura bisa hidup berdampingan dengan damai dengan etnis manapun dan memiliki potensi yang besar untuk membangun Kalimantan Barat. Dari sisi ekonomi, etnis Madura merupakan pekerja keras. Mudah-mudahan pemuda-pemudi Madura bisa membangun Kalbar secara bersama-sama. Jadi, pendidikan dasar ini bisa memberikan harmonisasi kehidupan di bumi Kalimantan Barat ini. Jangan berikan semangat yang ekslusif, kita harus hidup bermasyarakat dan saling menghormati,” ajak H. Sutarmidji.
Gubernur juga mengajak para pemuda Madura untuk membangun Kalimantan Barat.
Dilihat dari lamanya orang Kalbar yang bersekolah baru 7,4 tahun dan ini harus ditingkatkan. Kemudian, tidak ada kasus stunting. Untuk meningkatkan sektor kesehatan, Pemprov Kalbar sedang membangun rumah sakit dengan fasilitas lengkap, seperti RS dr. Soedarso. Dan banyak sektor yang harus dibangun, seperti perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Kalbar saat ini termasuk yang paling tinggi, yaitu sebesar 10,81% pada triwulan II 2021. Angka ini lebih tinggi dari nasional yang hanya 7,07%.
Di akhir sambutan, Gubernur berharap semua anggota laskar dapat memperhatikan interaksi antar etnis, antar golongan, dan berupaya untuk meningkatkan kemampuan SDM, serta mengajak warga Madura untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.
“Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kalbar juga harus punya program vaksinasi agar kita semua tidak dibatasi oleh berbagai kegiatan. Sebagai contoh, untuk bepergian harus menunjukan sertifikat vaksin. Oleh karena itu, Saya minta warga Madura mau divaksin sebagai wujud mendukung program pemerintah,” tutup orang nomor satu di Kalbar. (sma)



