GUBERNUR APRESIASI UPAYA BI DALAM MEMBANTU MASYARAKAT

PONTIANAK – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Agus Chusaini, menyerahkan bantuan 17 unit konsentrator oksigen kepada Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., di Ruang Kerja Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (21/9/2021).
Bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian terhadap penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Kalimantan Barat.
Gubernur sangat mengapresiasi dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) dalam membantu penanganan pandemi Covid-19.
“Bantuan ini sangat berarti untuk Pemprov Kalbar. Konsentrator oksigen sangat dibutuhkan masyarakat yang terpapar Covid-19 dan bantuan ini akan kami salurkan ke beberapa rumah sakit di wilayah Kalbar,” ujar H. Sutarmidji.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  Kalimantan Barat menyampaikan bantuan yang diberikan merupakan salah satu program dari Bank Indonesia Wilayah Kalbar, yaitu Dedikasi Untuk Negeri yang merupakan program tanggung jawab sosial BI kepada masyarakat.
“Ini adalah pilar ketiga dari beberapa program BI. Kami mencoba memberikan kontribusi kepada masyarakat dan membantu proses penanganan Covid-19, salah satunya dengan memberikan bantuan konsentrator oksigen sebanyak 17 unit, yang rencananya akan diserahkan ke 7 rumah sakit di wilayah Kalbar. Semoga alat ini dapat berguna bagi masyarakat yang terpapar Covid-19,” harap Agus Chusaini.
Bantuan sosial yang diberikan tidak hanya berupa konsentrator oksigen, tetapi juga ada tabung oksigen yang disalurkan melalui Rumah Zakat, dengan harapan kasus Covid-19 di Kalbar dapat terus menurun.
“Sempat terjadi kekurangan persediaan oksigen di Kalbar. Bantuan ini sebagai bentuk inisiatif pihak BI Wilayah Kalbar. Hingga saat ini pihak kami masih menyalurkan bantuan berupa tabung oksigen ke Rumah Zakat. Semoga saja Virus Corona di Kalbar dapat terus menurun dan apabila ada yang sakit bisa cepat ditangani,” tutup Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.(wnd)

Baca Sebelumnya

WAGUB KALBAR TERIMA AUDIENSI DPP PASS

Baca Selanjutnya

JAWABAN GUBERNUR TERHADAP RANCANGAN PERDA TENTANG PERUBAHAN APBD PROVINSI KALBAR TA 2021